Rihanna-Diamonds

Sabtu, 01 Februari 2014

Ketika Cinta Ku Harus Pergi

   

    Di pagi yang cerah, secerah hati Luna. Luna pun terbangun dari lamunannya, karena ulah sahabatnya
 "Dor...!!!" Kata sahabat ku, Zulfa
"Aduh...kebiasaan deh, slalu ngagetin" kata luna yang sedikit kesal
"Lagian lo sih, masih pagi udah ngelamun, emang nya ngelamunin siapa sih?"
 Baru saja luna ingin menjawab, tiba-tiba "Teeeeetttt" bel pun berbunyi, mau gak mau mereka harus masuk ke kelas sekarang juga.


     Jam istirahat pun tiba Luna dan Zulfa pun hendak pergi menuju kantin. Mereka mempercepat langkahnya karena seperti biasa, setiap jam istirahat kantin pasti selalu ramai, dan kadang-kadang kalau kantin sangat ramai, Luna dan Zulfa harus merelakan jam istirahatnya untuk pergi ke perpustakaan.
"Yah sudah ramai, padahal langkah kaki sudah dipercepat" kata luna (sambil mengeleng-gelengkan kepala)
"Iya, yaudah deh gimana kalau kita ke perpustakaan aja?" ajak zulfa kepada luna
"Yaudah deh" jawab luna


     Sesampainya Luna dan Zulfa di perpustakaan, Luna binggung mau ngapain. Zulfa sudah pergi untuk memilih buku yang akan ia baca. Luna pun lebih memilih duduk di sebuah kursi yang telah disiapkan oleh perpustakaan.
"Kasih tau ke Zulfa gak yah tentang perasaan gue yang tiba-tiba aneh terhadap Fernando?" gumam luna dalam hati.
"Lun, kok diam aja sih, ayo baca biasanya lo semangat banget ke perpus"
"Eh...iya nih, gak tau kenapa lagi males banget baca, yaudah deh gue cari buku dulu yah"
Zulfa hanya menggangukan kepalanya


     Disaat luna berjalan menuju meja tempat ia akan baca, tiba-tiba "Gubrakkk" tanpa senggaja luna menabrak seseorang, dan ternyata orang itu adalah Fernando. Akibat itu buku yang dibawa Fernando jatuh berserakan.
"Maaf yah gue gak sengaja" kata luna
"Iya gpp kok, santai aja, lo sendiri gpp kan?"jawab fernando
"Iya gue gpp, sini gue bantu beresin"
 Fernando hanya mengganguk. Beberapa menit kemudian, Luna dan Fenando telah selesai membereskan buku-buku yang berserakan itu.
"Thanks yah" kata Fernando
 Dengan gugup nya luna menjawab "I...iya"
"Oke gue balikin buku ini dulu yah, dan lain kali kalau lagi jalan jangan ngelamun"
"Siip deh, sekali lagi maaf yah" kata luna sambil tersenyum

Luna kembali ke tempat duduk sambil senyum-senyum sendiri, Zulfa yang duduk disampingnya ke binggungan
"Kenapa nih orang senyum-senyum sendiri"Gumam Zulfa (sambil menggeleng-gelengkan kepala)

||

     Hingga pada suatu saat Zulfa merasa ada yang aneh dengan sahabatnya itu
"Lun, lo nyembunyiin sesuatu yah dari gue?"Tanya Zulfa
"hmm...gak kok, gak ada yang gue sembunyiin dari lo"jawab luna dengan sedikit rasa takut
"Lun lo sama gue itu udah kaya adik sama kakak yang gak bisa dipisahin, otomatis gue tau semua tentang lo"
"Emang muka gue kelihatan seperti sedang berbohong yah?"
"Tau ah, gue cape ngomong sama lo"
Zulfa pergi meninggalkan luna yang sedang duduk di kantin


     Beberapa minggu kemudian Zulfa dan Luna putus komunikasi, mereka jadi jarang ke kantin bareng, main bareng, dan kegiatan yang biasa mereka lakukan sehari-hari bersama.
"Sudah hampir 2 minggu gue gak ngomong sama Zulfa. Pokoknya besok gue harus kasih tau ke zulfa kalau gue sebenernya suka sama fernando" kata luna dalam hati


     Keesokan hari nya, ketika jam istirahat berbunyi "Teettttt" Zulfa langsung pergi keluar kelas, Luna buru-buru membereskan buku yang baru saya di pelajarinnya. Luna mencari zulfa disetiap sudut, dan luna sangat kaget, saat melihat Zulfa yang sedang berbincang dengan Fernando dan teman-teman yang lainnya. Luna yang melihat dari kejauhan merasa Zulfa sudah akrab dengan Fernando. Zulfa menarik tangan Fernando dan mengajaknya ke kantin, baru beberapa langkah, Zulfa melihat Luna yang sedang berdiri sendiri.
"Hai...Lun" sapa zulfa
"Hai...juga zul"
"Oh iya fer, kenalin ini sahabat gue nama nya Luna" kata zulfa sambil memegang pundak Luna
"Luna" Luna memperkenalkan diri
"Fernando" Fernando ikut memperkenalkan diri juga "Oh jadi lo itu sahabatnya Zulfa toh"
"Hehehe iya" jawab luna dengan sedikit tertawa
"Lun ikut yuk ke kantin" ajak zulfa
"Kaya nya gue engga bisa ikut deh, soalnya gue baru ingat kalau gue disuruh ke ruangan Bu Tari"
"Oh yaudah deh, kalau gitu kita ke kantin dulu yah"
"Oke"
Mereka pun pergi meninggalkan Luna.

     Semenjak saat itu luna mulai membuat jadwalnya menjadi sibuk, sehingga ia tidak punya waktu untuk kumpul bersama zulfa seperti biasanya.
Zulfa semakin merasa ada yang aneh dengan sahabatnya itu. Hingga pada suatu saat zulfa mencoba mencari tau apa yang sebenarnya disembunyikan oleh Luna.
"Jadi luna nyembunyiin itu semua demi gue" kata nya dalam hati
Zulfa jadi merasa bersalah, sehingga zulfa mencoba mendekatkan luna dengan fernando.

||

     Keesokan harinya, zulfa mencari fernando di kelas tetapi ia tidak menemukannya
"Dik, fernando mana?" kata zulfa
"Oh fernando, dia ada di Perpus" jawab dika
"Oke...makasih yah, gue pergi ke perpus dulu, dah..."
"Dah..."

Sesampainya diperpustakaan
"Fer, lo mau bantuin gue kan?" pinta zulfa
"Pasti gue bantuin lah, emang lo mau minta bantu apa?"
"Gue mau lo dekat sama sahabat gue"
"Apa? sahabat lo, gue aja gak kenal siapa sahabat lo"
"Please, dia itu suka banget sama lo, sampai-sampai dia nyembunyiin perasaannya demi gue"
"Oke deh, tapi gue liat dulu yah siapa sahabat lo itu"
"Siip, gue yakin lo pasti suka sama sahabat gue itu"
Fernando hanya tersenyum.

Saat zulfa menunjuk luna yang sedang makan di kantin, fernando kaget
"Fer lo kenapa? pasti lo terpanah gara-gara kecantikan dan kepintaran dia yah?" tanya zulfa
"Bukan gue kaget aja, soalnya Luna adalah orang yang sering gue ceritain ke lo, orang yang spesial dalam hidup gue" jelas fernando
"Oh yah?"
"Iya"

||

     Besoknya Luna sedang dikantin, tiba-tiba datanglah zulfa dan fernando
"Hai...lun" sapa zulfa
"Hai zul" luna menyapa balik zulfa
"Gue kangen banget sama lo, semenjak lo sibuk gue jadi sendirian"
"Sama gue juga kangen, tapi lo kan gak sendiri zul kan ada fernando"
"Iya sih, tapi lo beda sama fernando"
"Oh jadi gue enggak seasyik luna toh, oke lah, Hai Lun" kata fernando sekaligus menyapa luna
"Hai juga fer"
"Yaudah sebelum suasana menjadi kacau gue pilih beli makan dulu yah, kalian mau titip apa?"
"Apa aja deh" Kata fernando
Zulfa pun pergi meninggalkan Luna dan Fernando.

Fernando memulai pembicaraan.
"Oh iya lun gue dengar lo itu 3 tahun berturut-turut selalu dapat peringkat pertama yah?"
"Hehehe iya, tapi gue mah gak ada apa-apanya dibandingin lo"
"Bisa aja lo lun"
"Bisa dong hehehe, oh iya lo sama zulfa kaya akrab banget"
"Ya iya lah gue sama zulfa kan udah berteman dari kecil"
"Oh"

Bel masuk pun berbunyi. Dan dikelas zulfa berkata
"Tadi ngomong apa aja lun?"
"Gak ngomong apa-apa kok"
"Oh, terus gimana lo suka gak sama fernando"
Luna hanya terdiam

||

     Sudah 1 bulan luna dan fernando, sering ngobrol dan pergi bareng. Hingga suatu ketika fernando mengajak luna dinner.
"Lun, nanti malam lo mau kemana?" tanya Fernando
"Hmm...kayanya sih gak kemana-mana, emang kenapa fer?"
"Gue mau ngajakin lo dinner, lo mau gak?"
"Dinner yah?"
"Iya, tapi kalau lo gak mau juga gak papa kok"
"Gak, gue mau kok"
"Oke di kafe biasa yah, nanti waktu nya kapan gue kabarin lagi deh"
Luna hanya mengganguk dan tersenyum.

     Sebelum luna pergi dinner, luna meminta zulfa untuk datang kerumah nya, untuk membantu mendandaninya dan sekaligus memilihkan baju untuk nya. 15 menit kemudian zulfa sampai dirumah luna dan langsung memilihkan baju apa yang cocok dipakai oleh luna nanti.
"Lun gimana kalau baju yang ini?" tanyanya
Luna hanya menggelengkan kepalanya, pertanda ia tidak suka.
"Gimana kalau yang ini?"
"Oke deh"

Setengah jam luna dandan. Fernando sudah menunggu nya 5 menit.
"Fer lama yah?"
"Enggak kok, ini juga baru datang, yuk"
Luna hanya menggangguk.

Sesampainya mereka di kafe, Fernando terlihat sangat binggung sekali. Sehingga Luna merasakan kalau Fernando sedang binggung.
"Fer, lo kenapa?"
"Gini lun, besok gue harus pergi"
"Pergi kemana?"
"Gue harus pergi ke Amerika, soalnya bokap gue ada kerja disana"
"Serius?"
"Iya gue serius, maafin gue yah gue baru bisa kasih tau lo sekarang"
"Iya gpp kok gue ngerti, yaudah fer mendingan lo pulang aja deh buat packing barang-barang lo"
"Gue udah packing kemarin, jadi hari ini gue pengen puas-puasin dinner terakhir sama lo"
"Dinner terakhir? emangnya kita gak bakal ketemu lagi yah?"
"Gue sih kurang tau, tapi nanti gue usahin deh buat balik lagi ke Indonesia"
Air mata luna sudah tidak bisa lagi ditahan, fernando pun langsung memeluknya dan 

berkata" tenang lun, gue yakin kita pasti masih bisa ketemu" 
"Tapi tetap saja pasti ada yang hilang dari hidup gue" luna pun semakin tidak bisa menahan tanggisnya
"Iya gue tau, tapi gue pasti bakal balik lagi kesini soalnya gue sayang banget sama lo lun"
"Gue juga sayang sama lo"
Fernando pun mengusap air mata luna.
"Sekarang lo mau apa?"
"Gue mau pulang"
"Oke, kita pulang"

Selama dimobil luna hanya terdiam, dan fernando membiarkannya agar ia tenang. 30 menit kemudian mereka pun sampai di depan rumah luna. Fernando keluar untuk membukakan pintu dan berkata
"Lo gpp kan lun?"tanya fernando
"Iya gue gpp kok" jawab luna
"Oh iya besok pesawat gue take off jam 10.00, gue harap lo bisa nganterin gue ke
airport"
Luna pun pergi meninggal kan fernando.

||

   Zulfa datang kerumah luna dan menekan bel. Pembantunya pun keluar dan berkata
"Eh ada non zulfa, ayo masuk non"
"Iya makasih bi, oh iya bi luna nya ada?"
"Ada, non luna lagi dikamar, sejak kemarin non luna terlihat sangat murung"
"Oh yaudah deh bi, saya ke kamar luna dulu yah"
Zulfa pun pergi meninggalkan pembantu luna. Sesampainya zulfa di depan pintu kamar luna, zulfa pun mengetuk pintu
"Masuk aja gak dikunci kok"
Zulfa pun membuka pintu dan berkata
"Lun lo kok gak siap-siap?"
"Emang siap-siap mau kemana?"
"Ya nganterin Fernando ke
airport lah"
"Kayanya gue gak bisa anterin dia ke
airport deh"
"Kenapa?"
"Kalau gue nganterin dia ke
airport, gue yakin gue gak bakal rela buat ngelepas dia"
"Sekarang gue tanya, lo sayang gak sama dia?"
"Gue sayang lah"
"Kalau lo sayang sama dia, lo tunjukin dong dengan cara lo anterin dia ke airport"
 
   Hampir 5 menit luna berpikir dan akhirnya luna langsung mengambil tas nya dan menarik tangan zulfa untuk ikut juga ke airport.
Untuk sampai di airport luna dan zulfa membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam. Sesampainya luna di airport, luna langsung mencari fernando.
"Aduh.. dimana sih fernando, gue harus cari dia sebelum pesawatnya take off" gerutu luna
Dari kejauhan zulfa melambaikan tanggannya, luna pun langsung menghampiri zulfa
"Lun liat itu kan fernando"
"Iya benar"
Luna dan zulfa berlari mendekati fernando
"Fernando..."
"Luna, lo datang"
"Iya gue datang, gue gak mau kecewain lo"
"Lo gak bakal kecewain gue kok, gue senang banget lo bisa datang"

"Pesawat tujuan Amerika akan segera berangkat" kata seorang petugas
"Lun gue harus pergi"
"Tapi fer.."
"Nanti kalau gue sudah sampai di Amerika gue bakal kabarin lo kok, dan buat lo zul gue mohon jagain luna buat gue yah"
"Pasti gue jagain" kata zulfa
Fernando pun pergi meninggalkan luna dan zulfa. luna pun menangis karena sekarang cinta nya harus pergi.


Selesai  ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar